Selasa, 06 April 2010

:: H-P B-D ::

dari yang tidak ada hingga sekarang ada
dari yang mungil hingga sekarang beranjak dewasa
dari yang minta dimanja hingga sekarang ingin memanjakan
dari yang minta disayang hingga sekarang ingin berkasih sayang

pernahkah Qta menengok jauh pada ruang dan waktu sebelumnya
adakah tangis dan tawa yang masih tersimpan
adakah permintaan dan pemberian yang bermakna
adakah pertemuan dan perpisahan yang tak terlupakan

mencoba menghirup udara untuk yang pertama kali dan seterusnya
berusaha melihat cahaya dan kenyataan yang ada didunia
sebuah ketergantungan yang mulai berganti kemandirian
merangkak, berdiri dan berlari mengejar kemauan

masih ingatkah saat Qta menggenggam tangan mama begitu kuat
masih ingatkah saat Qta butuh sesuatu cukup dengan merengek dan menangis
masih ingatkah saat Qta cuma bisa bermain dan meminta mainan
masih ingatkah saat Qta masih suka memaksa dan menyuruh

mungkin sampai hari ini Qta masih seperti itu
atau mungkin Qta mulai merasa beda dari sifat seperti itu
atau mungkin Qta tak lagi menginginkan yang seperti itu
atau mungkin Qta memang tak seperti itu lagi

saat mama mulai meregangkan genggaman tangan Qta
bersiaplah untuk tak merengek dan menangis akan kebutuhan Qta
bersiaplah dengan kehidupan yang penuh harapan dan cita-cita
bersiaplah untuk memberi tanpa harus meminta-minta

sebuah makna dari kelahiran
bukanlah dari tiupan lilin dan potong kue
bukan pula dari tumpukan kado dan ucapan ultah
dan bukan pula dari meriah dan ramainya pesta

arti kelahiran akan Qta dapati dari senyuman mama
senyuman yang ihlas dan bercampur tangis saat melepas Qta
saat dimana arti hidup yang sebenarnya Qta jalani sendiri
saat dimana Qta bisa memberi yang terbaik buat orang yang Qta kasihi

banyak hal yang telah Qta lupakan
banyak hal yang telah Qta lewati
banyak hal yang telah Qta lakukan
banyak hal yang telah Qta harapkan

tapi adakah dari Qta yang tak bisa dilupakan buat mereka
tapi pernahkah Qta melewatinya bersama mereka
tapi adakah yang Qta lakukan berguna buat mereka
tapi adakah dari diri Qta yang diharapkan oleh mereka

semua berawal dan berproses
semua bersebab dan berakibat
semua tertanam dan berbuah
semua nyata dan berasa

inilah yang Qta dapati
inilah perjuangan Qta
inilah hasil dari semuanya
inilah pilihan hidup Qta

terima atau tidak terima
Qta telah memilihnya
mambawa tawa ataupun tangis
inilah hasil dari kelahiran Qta

teruslah Qta berjuang dan berusaha
teruslah bahagiakan mama dan papa Qta
teruslah berubah menuju kebahagian Qta
temukan jati diri yang baik dalam kehidupan Qta

selamat ulang tahun
selamat menempuh kehidupan yang penuh arti dan suka cita
semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-NYA pada Qta sekalian
semoga sukses, bahagia dan penuh berkah dari-NYA

Amin





Sabtu, 09 Januari 2010

:: Ngopi di Beranda Facebook ::

Banyak hal yg aku lihat melalui status2 yg kalian postingkan. aku melihatnya mungkin itu adalah pemikiran dan keaadaan  dr temen2 saat ini. kadang terlihat bijak, santun, bahagia, sedih, benci dan emotion2 lainnya. Namun belakangan ini ada beberapa yg mengirim pesan di inbox. ia menceritakan keluh kesahnya. ia bercerita banyak hal. ada yang tentang asmara, rumah tangga, kerjaan bahkan hobinya. sungguh sebuah menu hidangan yang menarik dlm kedai Facebooku. aku bisa mencicipinya dan merasakannya walau tak mengecapnya. tapi sungguh cerita kalian menghantarkanku dalam melewati sisa hidupku.  Alhamdulillah dan ucapan terimakasih pada temen2 yg ngopi di beranda Facebooku atas semua cerita dalam berbagi pengalaman hidupnya. semoga apa yg ada membuat Qta lebih bijaksana dalam perjalanan waktu selanjutnya...

waduh sampai lupa...
silahkan disrupuuut kopinya...
mari selalu berbagi dalam menikmati nikmatnya hidup dikedai kopi ku..
Bismillahirrohmanirrohim.... monggo... silahkan...

Jumat, 18 Desember 2009

:: Jendela Dunia ::

     Diujung sebuah jalanan sempit terlihat dipelataran kedai (warung) kopi sekerumun lelaki berkopyah (songkok) yang sedang asyik duduk bersila, melipat kakinya di sebuah hamparan karpet warna merah pada panggung tripleks (kayu lapis) yang tak lebih tinggi dari lutut lelaki dewasa.  Mereka duduk memutar mengitari kopi-kopi yang telah tertuang. Selalu terdengar lirih kencang canda tawa dari mereka. Bagi masyarakat sekitar keberadaan warung kopi diujung gang itu sebagai pemandangan riang ditiap pagi, sore dan malamnya.
     Aku mencoba lebih dekat dengan mereka. Hampir ditiap malam aku selalu menyapa dan bergabung dalam lingkar duduk mereka. Banyak obrolan yang terlahir melalui secangkir kopi ini. dari obrolan kasar, sopan santun selayak ceramah agama, masalah keluarga, perbincangan desa, politik, sosial, budaya bahkan hingga jadwal pertandingan bola. Sungguh terasa kehangatan mereka sehangat kopi yang tersaji, seakan sebuah kedekatan dan keakraban yang diciptakannya terkadang menghilangkan perbedaan usia dan status sosial namun tetap tidak menghilangkan rasa santun, hormat dan menghormati. Dalam sempitnya panggung warung kopi ini kurasakan luasnya dunia, jauh dan tajamnya pandangan mata juga pekanya pendengaran telinga.
     Sungguh warung kopi ini tak ubahnya sebuah jendela dunia, selayak fungsi buku pelajaran, majalah, tabloid, koran bahkan seminar dan pengajian agama yang selalu up to date mengikuti perkembangan jaman.